Sektor perkebunan merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan perolehan devisa negara. Meskipun demikian, sebagian besar komoditas perkebunan nasional — seperti kelapa sawit, kopi, kakao, tebu, dan tembakau — masih diekspor dalam bentuk bahan mentah atau produk primer dengan nilai tambah yang relatif rendah.
Menghadapi dinamika global dan ketidakpastian ekonomi, tantangan utama yang dihadapi agroindustri perkebunan adalah percepatan hilirisasi berbasis teknologi, penerapan prinsip ekonomi hijau (circular economy), serta transformasi digital. Upaya ini memerlukan integrasi erat antara pembuat kebijakan, lembaga riset, akademisi, praktisi industri, dan pemerintah daerah.
Perkumpulan Profesi Teknologi Agroindustri (APTA), sebagai wadah berkumpulnya para pakar, akademisi, dan praktisi teknologi agroindustri, memegang peran strategis dalam merumuskan solusi atas tantangan tersebut. Menanggapi kebutuhan ini, diselenggarakan Seminar Nasional Agroindustri 2026 yang dirangkaikan secara sinergis dengan Kongres APTA 2026, bertempat di Universitas Jember.
Sektor industri berbasis pertanian (agroindustri) merupakan tulang punggung kehidupan dan penghidupan sebagian besar rakyat Indonesia, sehingga pengembangannya perlu ditingkatkan secara serasi, selaras, dan seimbang dengan daya dukung wilayah, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Perkumpulan Profesi Teknologi Agroindustri (APTA) adalah asosiasi profesi yang memiliki kepedulian dalam bidang ilmu Teknologi Industri Pertanian (Teknologi Agroindustri), meliputi aspek keteknikan, rekayasa, sistem, manajemen, dan analisis finansial, dengan tujuan agar agroindustri dapat mencapai efisiensi dan efektivitas yang optimal.
Menjadi organisasi profesi teknologi agroindustri yang kreatif, mandiri, dan profesional dalam pengembangan riset dan teknologi, serta penghiliran hasil-hasil aplikatif sebagai pemecahan permasalahan agroindustri.
Membina, memajukan, dan mengembangkan ilmu dan profesi teknologi agroindustri di Indonesia.
Menciptakan sarana dan wahana untuk lebih meningkatkan dan mengamalkan ilmu serta profesi para anggota bagi pembangunan, khususnya pembangunan agroindustri di Indonesia.